Dua di antaranya adalah pemeriksaan
MRI dan CT scan. Kedua jenis pemeriksaan medis ini secara umum sering dianggap sama.
Hal ini barangkali cukup beralasan. Pasalnya, metode yang dilakukan dan peralatan yang dipakai modelnya memang hampir sama.
Baca juga: Ini Prosedur Pemeriksaan Visum yang Penting DiketahuiNamun, antara MRI dan CT scan ini ternyata ada perbedaan yang cukup banyak. Seperti apa perbedaan yang terdapat dalam kedua jenis pemeriksaan ini?
Melansir dari Halodoc, Senin (6/2/2023), CT scan adalah pemeriksaan dengan mengambil serangkaian gambar menggunakan sinar-X. Sementara itu, MRI menggunakan medan magnet yang kuat untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh.
CT scan biasanya pilihan pertama untuk pencitraan. Sedangkan MRI berguna untuk penyakit tertentu yang tidak dapat dideteksi oleh CT scan.
Perbedaan terbesar adalah MRI menggunakan gelombang radio, sedangkan CT scan menggunakan sinar-X. CT scan dan MRI adalah pilihan yang digunakan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Biasanya CT scan lebih banyak digunakan daripada MRI dan biasanya harga CT scan lebih murah.
Meski begitu, MRI dianggap lebih unggul dalam hal detail gambar. Berikut ini adalah perbedaan jelas antara keduanya:
Jenis RisikoBaik CT scan dan MRI menimbulkan beberapa risiko saat digunakan. Risiko didasarkan pada jenis pencitraan serta bagaimana pencitraan dilakukan.
Risiko CT scan meliputi:1. Dapat membahayakan bayi yang belum lahir.
2. Dosis radiasi yang sangat kecil.
3. Reaksi potensial terhadap penggunaan pewarna dalam pemeriksaan.
Risiko MRI meliputi:1. Kemungkinan reaksi terhadap logam karena magnet.
2. Suara keras dari mesin menyebabkan masalah pendengaran.
3. Peningkatan suhu tubuh selama pemeriksaan MRI.4. Kemungkinan mengalami klaustrofobia (fobia ruang sempit).5. Risiko jika memiliki implan sendi buatan, implan mata, IUD (intrauterine device), alat pacu jantung.[caption id="attachment_354671" align="alignleft" width="1890"]

Foto: MRI (Michal Jarmoluk dari Pixabay)[/caption]
ManfaatBaik MRI dan CT scan dapat melihat struktur tubuh bagian dalam. Namun, CT scan lebih cepat dan dapat memberikan gambaran jaringan, organ, dan struktur kerangka. MRI juga lebih mahir menangkap gambar sehingga membantu dokter menentukan apakah ada jaringan abnormal di dalam tubuh. Singkatnya, MRI memberikan gambar lebih detail.
Gejala Kemungkinan besar, dokter akan memberikan rekomendasi MRI atau CT scan berdasarkan gejala. Jika dokter membutuhkan gambaran jaringan lunak, ligamen, atau organ yang lebih detail, dokter biasanya akan menyarankan MRI. Beberapa kondisi berikut membutuhkan kasus-kasus tersebut meliputi:
- Disk hernia.
- Ligamen robek.
- Masalah jaringan lunak.
Jika kamu memerlukan gambaran umum dari suatu area seperti organ dalam atau karena patah tulang atau trauma kepala, CT scan biasanya akan direkomendasikan.
Risiko kankerCT scan menggunakan radiasi pengion, sehingga dapat merusak DNA dan sedikit meningkatkan risiko berkembangnya kanker. Nah, sedangkan MRI tidak menggunakan radiasi pengion, jadi tidak berisiko meningkatkan kanker.Hanya saja, MRI membutuhkan waktu yang lebih lama dalam menjalankan pemeriksaan. MRI mengharuskan orang tersebut untuk berbaring diam di dalam ruang tertutup selama sekitar 20 hingga 40 menit. Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: halodoc.com
Murianews, Kudus – Ada beberapa jenis pemeriksaan kesehatan yang dilakukan selama ini. Terutama, pemeriksaan yang dilakukan di rumah sakit.
Dua di antaranya adalah pemeriksaan
MRI dan CT scan. Kedua jenis pemeriksaan medis ini secara umum sering dianggap sama.
Hal ini barangkali cukup beralasan. Pasalnya, metode yang dilakukan dan peralatan yang dipakai modelnya memang hampir sama.
Baca juga: Ini Prosedur Pemeriksaan Visum yang Penting Diketahui
Namun, antara MRI dan CT scan ini ternyata ada perbedaan yang cukup banyak. Seperti apa perbedaan yang terdapat dalam kedua jenis pemeriksaan ini?
Melansir dari Halodoc, Senin (6/2/2023), CT scan adalah pemeriksaan dengan mengambil serangkaian gambar menggunakan sinar-X. Sementara itu, MRI menggunakan medan magnet yang kuat untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh.
CT scan biasanya pilihan pertama untuk pencitraan. Sedangkan MRI berguna untuk penyakit tertentu yang tidak dapat dideteksi oleh CT scan.
Perbedaan terbesar adalah MRI menggunakan gelombang radio, sedangkan CT scan menggunakan sinar-X. CT scan dan MRI adalah pilihan yang digunakan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Biasanya CT scan lebih banyak digunakan daripada MRI dan biasanya harga CT scan lebih murah.
Meski begitu, MRI dianggap lebih unggul dalam hal detail gambar. Berikut ini adalah perbedaan jelas antara keduanya:
Jenis Risiko
Baik CT scan dan MRI menimbulkan beberapa risiko saat digunakan. Risiko didasarkan pada jenis pencitraan serta bagaimana pencitraan dilakukan.
Risiko CT scan meliputi:
1. Dapat membahayakan bayi yang belum lahir.
2. Dosis radiasi yang sangat kecil.
3. Reaksi potensial terhadap penggunaan pewarna dalam pemeriksaan.
Risiko MRI meliputi:
1. Kemungkinan reaksi terhadap logam karena magnet.
2. Suara keras dari mesin menyebabkan masalah pendengaran.
3. Peningkatan suhu tubuh selama pemeriksaan MRI.
4. Kemungkinan mengalami klaustrofobia (fobia ruang sempit).
5. Risiko jika memiliki implan sendi buatan, implan mata, IUD (intrauterine device), alat pacu jantung.
[caption id="attachment_354671" align="alignleft" width="1890"]

Foto: MRI (Michal Jarmoluk dari Pixabay)[/caption]
Manfaat
Baik MRI dan CT scan dapat melihat struktur tubuh bagian dalam. Namun, CT scan lebih cepat dan dapat memberikan gambaran jaringan, organ, dan struktur kerangka. MRI juga lebih mahir menangkap gambar sehingga membantu dokter menentukan apakah ada jaringan abnormal di dalam tubuh. Singkatnya, MRI memberikan gambar lebih detail.
Gejala
Kemungkinan besar, dokter akan memberikan rekomendasi MRI atau CT scan berdasarkan gejala. Jika dokter membutuhkan gambaran jaringan lunak, ligamen, atau organ yang lebih detail, dokter biasanya akan menyarankan MRI. Beberapa kondisi berikut membutuhkan kasus-kasus tersebut meliputi:
- Disk hernia.
- Ligamen robek.
- Masalah jaringan lunak.
Jika kamu memerlukan gambaran umum dari suatu area seperti organ dalam atau karena patah tulang atau trauma kepala, CT scan biasanya akan direkomendasikan.
Risiko kanker
CT scan menggunakan radiasi pengion, sehingga dapat merusak DNA dan sedikit meningkatkan risiko berkembangnya kanker. Nah, sedangkan MRI tidak menggunakan radiasi pengion, jadi tidak berisiko meningkatkan kanker.
Hanya saja, MRI membutuhkan waktu yang lebih lama dalam menjalankan pemeriksaan. MRI mengharuskan orang tersebut untuk berbaring diam di dalam ruang tertutup selama sekitar 20 hingga 40 menit.
Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com