Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bahkan, ketakutan ini bukan karena ada ancaman, melakukan kesalahan, atau mengalami sesuatu peristiwa yang menakutkan atau mengerikan. Terkadang, hanya melihat benda sepele saja bisa takut.

Biasanya, ada orang yang ketakutan ketika melihat binatang yang dianggap menjijikan atau berbahaya. Misalnya, ulat, cacing, kecoa, kalajengking, ular hingga binatang buas.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Fobia dan Trauma yang Perlu Diketahui

Lantas bagaimana jika ada yang takut ketika melihat sebuah boneka? Hal ini barangkali terdengar aneh atau bahkan lucu.

Namun, kondisi ini ternyata nyata terjadi. Di mana, ada orang yang takut ketika melihat boneka atau biasa dikenal dengan istilah pediophobia.

Melansir dari Halodoc, Senin (13/2/2023), pediophobia adalah jenis fobia atau ketakutan ekstrem terhadap boneka. Ketakutan yang dialami pengidapnya sangat berlebihan dan tidak rasional. Bahkan, hanya memikirkan tentang boneka saja bisa membuat mereka takut.

Pediaphobia masuk kategori fobia spesifik sebab ketakutan irasional ini bukan sesuatu yang menimbulkan ancaman. Nah, berikut ciri-ciri pediophobia yang bisa kamu kenali!

Kenali Ciri-Ciri Pediophobia

Fobia spesifik terjadi ketika seseorang memiliki ketakutan yang terus-menerus dan ekstrem terhadap objek tertentu. Biasanya, orang yang memiliki fobia spesifik berusaha selalu menghindar objek yang mereka takuti.

Meskipun pengidapnya sadar bahwa tidak ada ancaman atau bahaya dari objek tersebut, mereka tetap tidak berdaya untuk menghentikan rasa takutnya itu.

Selain itu, pengidapnya juga bisa mengalami serangkaian gejala berikut:

1. Jantung berdebar.

2. Berkeringat.

3. Menggigil.

4. Gemetar.

5. Semburan panas.

6. Sesak napas.

7. Perasaan mencekik.

8. Nyeri dada.

9. Sakit perut, mual, atau muntah.

10. Merasa pusing atau pingsan.

11. Ketakutan ekstrem.

Apabila kamu mengalami tanda-tanda di atas saat melihat boneka, bisa jadi kamu mengidap pediofobia.Apa Pemicu Fobia Ini?Pengalaman traumatis sering melatarbelakangi terjadinya fobia. Dalam kasus pediophobia, pengidapnya mungkin pernah punya pengalaman buruk dengan boneka.Misalnya, pernah menonton film horor, mendengar cerita menyeramkan tentang boneka atau melihat boneka yang menyeramkan,Fobia spesifik dapat terjadi dalam keluarga, artinya ada faktor genetik yang berperan di dalamnya. Namun, kondisi ini juga bisa timbul akibat melihat orang tua atau anggota keluarga lainnya yang ketakutan atau menghindari hal-hal seperti boneka.Jenis fobia ini cenderung lebih sering terjadi pada wanita. Potensinya juga lebih tinggi bagi seseorang yang pernah mengalami cedera otak traumatis (TBI).Bisakah Diobati?Sama seperti jenis fobia lainnya, pediophobia bisa diobati. Terapis akan membantu kamu dalam mengatasi rasa takut terhadap boneka.Opsi perawatannya, meliputi:1. Terapi paparanMetode pengobatan yang paling umum untuk pediophobia adalah terapi pemaparan atau desensitisasi sistematis. Caranya dengan memaparkan pengidapnya ke boneka secara bertahap. Kamu juga diajarkan berbagai teknik untuk mengatasi kecemasan, seperti latihan pernapasan dan relaksasi.Terapi pemaparan biasanya dimulai dari yang kecil. Misalnya dengan melihat foto boneka dan mempraktikkan teknik relaksasi. Setelah kamu bisa mengatasi pemicu tersebut, terapis kemudian meningkatkan ke paparan yang lebih tinggi lagi, misalnya menonton video pendek tentang boneka.Terapis juga dapat menggunakan jenis terapi lain ini untuk mengurangi ketakutan yang irasional ini, contohnya dengan hipnotis, terapi keluarga, terapi perilaku kognitif dan terapi virtual.2. Pemberian obat-obatanMeskipun tidak ada obat khusus untuk menangani fobia, beberapa dokter mungkin meresepkan obat anti cemas atau antidepresan untuk membantu mengatasi gejala.Contoh obat yang dapat diresepkan meliputi:
  • Benzodiazepin.
  • Buspirone.
  • Beta-blocker.
  • Inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI).
  • Monoamine oxidase inhibitor (MAOIs).
  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: halodoc.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler