Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal ini bisa dilihat dengan hadirnya beragam teknologi canggih pada mobil masa kini. Salah satunya adalah teknologi fuel cell.

Sejauh ini, barangkali masih banyak yang belum tahu mengenai teknologi fuel cell. Lantas apa kegunaan fuel cell ini?

Baca juga: Mengenal Fitur Start Stop Engine Mobil, Apa Saja Kelebihannya? Ini Penjelasannya

Melansir dari laman Wuling, Senin (13/2/2023), fuel cell adalah sebuah teknologi yang berupa alat konversi elektrokimia yang dapat menghasilkan listrik dari hasil reaksi antara hidrogen dan oksigen.

Dalam prinsip kerjanya, fuel cell bekerja seperti baterai akan tetapi tidak membutuhkan pengisian ulang karena dapat terus menghasilkan daya listrik selama bahan bakarnya, yaitu hidrogen dan oksigen tetap terpenuhi.

Teknologi fuel cell terdiri dari beberapa jenis, antara lain:

  • Polymer Electrolyte Membrane (PEM) Fuel Cell

  • Direct Methanol Fuel Cell

  • Reversible Fuel Cells


Fuel Cell pada Industri Otomotif

Seperti yang telah dijelaskan diatas, fuel cell merupakan teknologi yang mampu mengubah hidrogen dan oksigen menjadi air sekaligus mampu menghasilkan energi listrik. Saat ini teknologi fuel cell banyak digunakan untuk mobil ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang hanya berupa air. Penggunaan teknologi fuel cell atau sel bahan kabar ini bisa menjadi energi alternatif pada industri mobil.

Kelebihan Fuel Cell

1. Ramah Lingkungan

Fuel cell termasuk dalam inovasi teknologi yang ramah lingkungan, khususnya jika digunakan pada bahan bakar otomotif. Sebagai contohnya, bahan bakar minyak mampu menghasilkan C02 yang menjadi limbah pembakaran yang menjadi penyebab utama polusi udara.

Sedangkan fuel cell, karena menggunakan hidrogen dan oksigen sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik, maka limbah atau emisi yang dihasilkan hanya berupa air biasa. Hal inilah yang membuat fuel cell sangat cocok digunakan pada mobil ramah lingkungan seperti mobil listrik Wuling EV.

2. Sumber Melimpah

Alasan lainnya kenapa fuel cell bisa menjadi alternatif untuk sumber energi mobil masa kini adalah karena sumbernya yang melimpah. Hidrogen dan oksigen merupakan sumber daya yang dapat diperbaharui sehingga ketersediaannya akan selalu ada. Hal ini pastinya berbeda dengan  batu bara atau minyak yang merupakan sumber daya alam tidak dapat diperbaharui sehingga ketersediaanya semakin menipis.

3. Pengisian Daya Lebih Cepat

Pada dasarnya cara kerja fuel cell adalah menghasilkan listrik yang berasal dari campuran hidrogen dan oksigen. Akan tetapi mobil tetap perlu melakukan pengisian ulang daya. Meskipun demikian, proses pengisian daya mobil dengan teknologi fuel cell termasuk lebih singkat jika dibandingkan dengan pengisian daya pada mobil listrik biasa.

Pengisian daya pada mobil yang menggunakan teknologi fuel cell ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit. Hal ini pastinya berbeda jika dibandingkan dengan mobil listrik yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengisi ulang dayanya.
Kekurangan Teknologi Fuel CellMeskipun menawarkan banyak kelebihan, akan tetapi fuel cell tetap memiliki beberapa kekurangan yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakannya. Beberapa kekurangan tersebut antara lain:1. Harga Cukup MahalKarena merupakan inovasi teknologi dalam industri otomotif sehingga terbilang masih cukup baru. Hal ini membuat pemanfaatan teknologi tersebut juga masih cukup terbatas sehingga tidak heran jika harga jualnya masih terbilang cukup mahal. Selain itu, komponen pendukung perubahan teknologi ini juga masih terbatas sehingga harganya juga masih cukup mahal.2. PembekuanJika digunakan dalam suhu yang cukup rendah, hidrogen dan oksigen sebagai sumber energi teknologi tersebut sangat rawan mengalami pembekuan. Hal ini membuat proses pembuangan pada kendaraan menjadi terhambat sehingga berpengaruh terhadap performa kendaraan itu sendiri.3. Sensitif Terhadap Zat AsingSatu lagi kekurangan dari fuel cell ini adalah cukup sensitif jika tercampur dengan zat asing. Pada proses perubahan hidrogen dan oksigen menjadi air, proses ini bisa terhambat jika fuel cell bercampur dengan zat lainnya.Di Indonesia sendiri, teknologi fuel cell telah mulai diperkenalkan kepada masyarakat khususnya dalam industri otomotif. Hal ini membuat mobil jenis tersebut menjadi kendaraan yang lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang berupa air.Cara Kerja Teknologi Fuel Cell pada Mobil Masa KiniTeknologi ini di Indonesia sebenarnya bukan yang baru. Telah ada beberapa jenis mobil ramah lingkungan yang menggunakan teknologi ini sebagai sumber energinya. Cara kerja mobil yang menggunakan teknologi fuel cell dengan mobil listrik biasanya sangat berbeda. Mobil dengan teknologi ini menggunakan tangki hidrogen dan oksigen untuk membangkitkan tenaga sendiri.Mobil dengan teknologi fuel cell memiliki sisi anoda dan katoda, membrane elektrolit katalis dan jaringan listrik. Hydrogen terdapat pada tangki yang dipompa ke sisi anoda fuel cell, sedangkan oksigen dari luar mobil kemudian masuk ke sisi katoda.Selanjutnya atom hidrogen akan tertarik menuju katalis dan terpecah menjadi proton dan elektron yang kemudian bergerak terpisah. Proton hidrogen akan bergerak melalui membran elektrolit sedangkan elektron akan bergerak melewati jaringan listrik.Kedua komponen tersebut selanjutnya akan bertemu di sisi katoda dimana oksigen akan bereaksi menjadi emisi air yang kemudian bisa langsung dibuang ke luar. Pada proses ini, fuel cell mampu menghasilkan listrik yang berfungsi untuk menghasilkan motor listrik penggerak kendaraan dan juga menghasilkan panas. Proses pembakaran fuel cell ini juga sangat bersih sehingga tidak melibatkan pembakaran hidrokarbon.Untuk mengurangi efek global warming yang semakin mengkhawatirkan, saat ini telah banyak produsen mobil yang berinovasi menciptakan mobil ramah lingkungan. Salah satunya adalah dengan menyematkan teknologi fuel cell sebagai sumber energi sehingga tidak menghasilkan yang berbahaya.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: wuling.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler