Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Motor starter bekerja dengan menggerakkan flywheel (roda terbang) mesin dengan mengubah arus listrik menjadi gerakan mekanis.

Motor starter ini terdiri dari beberapa komponen. Sejauh ini, barangkali masih banyak pemilik mobil yang mengerti dengan komponen motor starter.

Baca juga: Mengenal Fitur Start Stop Engine Mobil, Apa Saja Kelebihannya? Ini Penjelasannya

Melansir dari laman Suzuki, Jumat (17/2/2023), keseluruhan kinerja pada motor starter ini dikendalikan oleh relay starter. Di mana fungsi relay starter sendiri untuk mengontrol arus listrik yang mengalir ke motor starter.

Komponen ini memiliki kontak mekanis yang dapat dibuka atau ditutup sesuai dengan sinyal pada saat Anda menghidupkan mobil. Ketika mobil berada di posisi ”start”, relay starter akan mengaktifkan motor starter dengan mengalirkan arus listrik ke motor starter. Hal ini membuat sistem starter mobil lebih aman dan efisien.

Jenis-jenis relay starter

Relay starter yang beredar di pasaran memiliki jenis yang beragam yang bisa dipilih sesuai dengan tipe kendaraan, besaran dan sistem arus listrik, fitur tambahan hingga yang khusus diproduksi untuk merk dan mobil tertentu. Jenis-jenis relay starter yang umum digunakan di mobil antara lain relay starter mekanik, elektronik, tipe latching, tipe programmable, dan solid state.

Relay starter mekanik menggunakan kontak mekanis untuk mengatur arus listrik yang mengalir ke starter motor, sederhana dan mudah diganti. Sementara itu, relay starter elektronik menggunakan transistor atau diode untuk mengontrol arus listrik yang mengalir ke starter motor, lebih stabil dan tahan lama namun juga lebih mahal.

Relay starter tipe latching digunakan dalam aplikasi yang memerlukan kontrol yang stabil, sementara relay starter tipe programmable dapat diprogram untuk melakukan tugas tertentu. Dan relay starter tipe solid state menggunakan transistor atau diode untuk mengontrol arus listrik, lebih stabil dan tahan lama dibandingkan relay electromechanical namun juga lebih mahal.

Cara kerja relay starter

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, fungsi relay starter adalah sebagai pengendali arus listrik yang mengalir ke starter motor dari mobil. Komponen ini mulai bekerja pada saat Anda menyalakan kunci kontak atau tombol switch, sinyal kecil dikirimkan ke relay starter. Sinyal ini akan mengaktifkan relay starter, sehingga kontak internal beralih dan mengalirkan arus listrik ke starter motor.

Starter motor akan menerima arus listrik yang cukup besar untuk menghidupkan mesin mobil. Setelah mesin mobil sudah menyala, relay starter akan kembali ke posisi awal dan kontak internal akan kembali ke posisi semula, menghentikan arus listrik yang diterima oleh starter motor. Ini akan melindungi starter motor dari kerusakan dan memastikan kinerja yang optimal dari sistem starter mobil.
Merawat relay starterAgar berfungsi dengan optimal, tentunya relay starter harus dirawat dengan baik. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk merawat relay starter.1. Rutin Membersihkan Kontak RelayPastikan kontak relay selalu bersih dan bebas dari korosi. Jangan membiarkan kontak relay terkena air atau cairan lainnya. Gunakan debu-free cloth atau busa pengecat untuk membersihkan kontak.2. Perhatikan Bagian TerminalnyaLakukan pengecekan terminal-terminal ini secara berkala dan sering-sering untuk memastikan bahwa konektor tetap kuat dan tidak longgar.3. Periksa Bagian RelayCek kondisi relay secara berkala, pastikan komponen ini tidak terkena suhu yang terlalu tinggi atau rendah. Jika mendapati relay tidak bekerja dengan baik, segera ganti dengan yang baru tapi sebaiknya jangan lakukan sendiri jika Anda tidak memiliki pengalaman memperbaiki relay.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: Suzuki.co.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler