Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Meski demikian, masih banyak orang yang belum paham betul ap aitu penyakit bell’s palsy. Akibatnya, mereka menganggap remeh penyakit ini.

Untuk itu, penting mengetahui informasi terkait bell’s palsy. Dengan demikian, nantinya bisa melakukan tindakan pencegahan maupun pengobatan lebih dini jika terkena penyakit ini.

Baca juga: Ketahui, Ini Gejala Bell’s Palsy yang Menyebabkan Kelumpuhan Wajah

Melansir dari Halodoc, Senin (20/2/2023), bell’s palsy adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot di wajah. Kondisi ini bisa membuat salah satu sisi dari wajah terlihat ”mengendur” atau melorot ke bawah.

Bell’s palsy merupakan gangguan saraf yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan sementara pada otot-otot di wajah. Gangguan saraf ini bisa terjadi ketika saraf yang mengontrol otot wajah meradang, bengkak, atau tertekan. Bell’s palsy dapat menyebabkan satu sisi wajah terkulai atau menjadi kaku. Alhasil, pengidapnya akan mengalami kesulitan untuk tersenyum atau menutup mata pada sisi yang sakit.

Kendati demikian, dalam kebanyakan kasus, Bell’s palsy bersifat sementara, dan gejalanya biasanya hilang dalam beberapa minggu atau bulan. Namun, penting bagi pengidap gangguan saraf ini untuk menghindari beberapa hal selama proses pemulihan.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Pengidap Bell’s Palsy

Sementara itu, pemulihan kondisi ini biasanya dimulai 2 minggu hingga 6 bulan sejak timbulnya gejala. Kebanyakan orang dengan Bell’s palsy dapat memulihkan kekuatan dan ekspresi wajah sepenuhnya. Agar proses pemulihan berjalan optimal, penting bagi pengidapnya untuk menghindari beberapa hal:

1. Hindari makanan yang keras dan kenyal, lalu pilih makanan yang lembut dan mudah dikunyah.

2. Konsumsi makanan berserat, kenyal, dan yang memiliki biji, kulit, cangkang, atau sekam. Misalnya seperti tomat mentah, selada, daging kenyal, jagung manis, kacang polong, dan kacang panggang.

3. Batasi konsumsi nasi atau makanan kering. Sebab, jenis makanan tersebut mudah hancur di mulut dan dapat menyebabkan batuk. Jika mulut terasa kering saat makan, cobalah untuk menambahkan kelembapan dengan menambahkan mentega, kuah, atau saus ekstra.

4. Hindari mengonsumsi makanan dalam porsi yang besar. Sebaiknya makan dalam porsi kecil agar mudah dikunyah.

Beberapa Hal yang Perlu Dilakukan

Sampai saat ini, belum ada obat yang diketahui dapat benar-benar menyembuhkan Bell’s palsy. Penggunaan obat-obatan hanya berfokus dalam mengurangi gejala dan memaksimalkan pemulihan pengidapnya. Untuk mengurangi pembengkakan pada saraf wajah, pengidap dapat menggunakan prednisolone atau prednison (kelompok obat kortikosteroid). Jika pengidap Bell’s palsy diresepkan salah satu atau sejumlah obat tersebut, penting untuk menggunakannya sesuai anjuran yang diberikan dokter.

Di samping itu, berikut adalah beberapa hal yang juga perlu dilakukan oleh pengidap gangguan ini:Menjaga Kelembapan MataJika Bell’s Palsy memengaruhi mata, pastikan untuk menggunakan obat tetes sesuai anjuran dokter agar kelembapannya terjaga. Sebab, mata yang dibiarkan kering dapat memimbulkan rasa nyeri hingga memicu terjadinya ulserasi kornea.Lindungi MataJika mengalami kesulitan untuk menutup mata, tutupi bagian tersebut dengan kapas bersih. Pastikan juga untuk melindungi mata dari risiko cedera karena bell’s palsy dapat memengaruhi refleks berkedip. Untuk melindungi mata, kamu bisa menggunakan eye patch yang diberikan dokter.Mengoleskan Air Hangat pada Wajah dengan HandukDemi meredakan rasa sakit, cobalah untuk mengoleskan bagian wajah yang sakit dengan handuk yang direndam air hangat dan sudah diperas. Selain itu, Kamu juga bisa melakukan pijatan lembut pada wajah bagian atas dengan kedua tangan. Terkadang hal ini dapat membantu pasien Bell’s palsy mengurangi kelemahan otot di dahi.Jaga Kesehatan Tubuh dengan baik Pastikan untuk menjaga kesehatan tubuh melalui berolahraga rutin dan konsumsi makanan sehat bergizi seimbang.Itulah penjelasan mengenai hal apa saja yang tidak boleh dilakukan pengidap Bell’s Palsy. Jika kamu mengalami kondisi ini, alangkah lebih baiknya jika segera mendapatkan penanganan dari ahlinya. Tujuannya untuk memaksimalkan proses penyembuhan.Di sisi lain, hal yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah memastikan kalau asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh terpenuhi dengan baik. Hal ini dapat dilakukan melalui konsumsi makanan sehat bergizi seimbang atau mengonsumsi suplemen kesehatan.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: halodoc.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler