Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Saat ini, banyak sekali produk bahan pengawet makanan yang beredar. Selain dari bahan kimia, ada juga bahan pengawet makanan dari bahan alami.

Meski ada manfaatnya, namun sebaiknya jangan berlebihan mengonsumsi bahan makanan yang mengandung bahan pengawet. Pasalnya, hal ini bisa berdampak pada kesehatan.

Baca juga: Cegah Kanker pada Anak, Coba Hindari Mengonsumsi Makanan Ini secara Berlebihan

Untuk itu, penting memilih bahan pengawet yang aman untuk dikonsumsi. Satu hal lagi, konsumsinya juga jangan berlebihan.

Melansir dari Halodoc, Jumat (10/3/2023), berikut ini ada beberapa bahan bahan pengawet yang aman dikonsumsi, seperti:

Asam benzoat

Asam benzoat adalah bahan pengawet yang paling umum digunakan. Selain bisa dipakai untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur pada makanan, bahan ini membantu memperlambat dan mencegah perubahan warna, rasa, PH dan tekstur, sehingga kesegaran makanan tetap terjaga.

Asam benzoat umumnya ditemukan pada makanan seperti salad, acar, saus, bumbu, jus buah, dan makanan ringan lainnya.

Asam Sorbat

Asam sorbat adalah senyawa kimia alami yang juga menjadi pilihan untuk mengawetkan makanan. Nah, asam sorbat efektif menghambat pertumbuhan jamur, yang dapat merusak makanan dan menyebabkan penyakit.

Bahan pengawet ini umumnya digunakan untuk mengawetkan daging karena kemampuan antibiotik alaminya. Selain daging, asam sorbat yang memiliki sifat anti jamur juga digunakan untuk mengawetkan makanan kaleng, kerang, keju, anggur merah, dan pastry.

Sulfit

Sulfit atau sulfur dioxida adalah bahan pengawet yang digunakan untuk membantu mencegah makanan berubah warna menjadi kecokelatan.

Kandungan dalam sulfit bersifat antimikroba, sehingga bahan pengawet makanan ini sering digunakan untuk mengawetkan buah kering. Selain pada buah-buahan kering, bahan kimia sulfit juga biasanya terkandung dalam jus buah dan sosis.

Nitrat dan nitrit

Nitrat dan nitrit adalah dua senyawa kimia berbeda yang kerap kali ditemukan pada produk daging olahan seperti ham, sosis, dan bacon.Bahan pengawet ini berfungsi tidak hanya mencegah tumbuhnya bakteri, tetapi juga menambahkan rasa asin pada daging. Kandungan nitrat dan nitrit ternyata juga ditemukan secara alami pada beberapa sayuran, seperti wortel, pakcoy, dan selada.EDTAEDTA adalah bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan untuk mencegah terjadinya oksidasi.Ketika makanan teroksidasi maka dapat menyebabkan perubahan warna dan rasa, serta menyebabkan makanan menjadi tengik. EDTA pada produk buah dan sayuran dalam bentuk kaleng, mayones, dan minuman bersoda.GaramGaram adalah bahan dapur umum untuk mengawetkan makanan. Kandungan dalam garam yaitu natrium klorida dapat menurunkan kadar air pada makanan, sehingga dapat mematikan sel mikroba penyebab makanan berjamur. Misalnya, garam dapat mengawetkan telur asin, ikan asin, dan acar.GulaTidak hanya garam, gula juga merupakan bahan pengawet alami yang dapat mencegah makanan dari menjamur. Cara gula mengawetkan makanan hampir sama seperti garam.Ketika menambahkan gula pada makanan segar seperti buah atau sayuran, gula menyerap air pada makanan sehingga bakteri kekurangan air dan tidak bisa berkembang biak.Dengan demikian, makanan menjadi lebih awet dan tidak berjamur. Contoh makanan yang biasa diawetkan dengan gula adalah selai, manisan, dan dodol.Itulahi bahan pengawet yang aman untuk dikonsumsi. Ingat, jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan berbahan pengawet, karena berisiko menimbulkan masalah kesehatan.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: halodoc.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler