Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Perjamaauan kudus dalam rangkaian ibadah dan perayaan Natal tidak akan lengkap tanpa kehadiran hosti. Roti ini juga dipakai dalam permajuan Kudus dalam berbagai ibadah umat Kristiani.
Herin Kahadi Jayanto, Pendeta GITJ Kudus menyebut jika hosti terdiri dari roti di bagian atasnya dan anggur di bagian bawahnya.
"Hosti itu simbol menerima Yesus di dalam diri. Roti itu lambang tubuh Yesus. Sedangkan anggur merupakan simbol darah," katanya, Sabtu (25/12/2021).
Menurutnya, makna dari hosti itu merupakan simbol pengorbanan. Dengan memakan hosti secara tidak langsung percaya pada Yesus dan mau untuk hidup berkorban.
Dalam setahun, hosti tersebut digunakan empat kali perjamuan kudus. Yakni saat Natal, Paskah, bulan perjamuan Kudus sedunia pada Minggu pertama bulan Oktober, dan perayaan bersama keluarga di bulan Juli.
"Harapan kami jemaat bisa berkorban dan tetap rendah hati. Jangan mengorbankan sesama. Tetapi berkorbanlah untuk sesamamu," harapnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Hosti dalam perayaan Natal di GITJ Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Perjamaauan kudus dalam rangkaian ibadah dan perayaan Natal tidak akan lengkap tanpa kehadiran hosti. Roti ini juga dipakai dalam permajuan Kudus dalam berbagai ibadah umat Kristiani.
Herin Kahadi Jayanto, Pendeta GITJ Kudus menyebut jika hosti terdiri dari roti di bagian atasnya dan anggur di bagian bawahnya.
"Hosti itu simbol menerima Yesus di dalam diri. Roti itu lambang tubuh Yesus. Sedangkan anggur merupakan simbol darah," katanya, Sabtu (25/12/2021).
Menurutnya, makna dari hosti itu merupakan simbol pengorbanan. Dengan memakan hosti secara tidak langsung percaya pada Yesus dan mau untuk hidup berkorban.
Dalam setahun, hosti tersebut digunakan empat kali perjamuan kudus. Yakni saat Natal, Paskah, bulan perjamuan Kudus sedunia pada Minggu pertama bulan Oktober, dan perayaan bersama keluarga di bulan Juli.
"Harapan kami jemaat bisa berkorban dan tetap rendah hati. Jangan mengorbankan sesama. Tetapi berkorbanlah untuk sesamamu," harapnya.
Sementara itu, Tri Pranoto, Ketua Panitia Natal GITJ Kudus mengatakan jika tidak ada pandemi Covid-19 hosti diletakkan di altar. Namun, karena adanya pandemi, hosti diserahkan sepekan lebih awal kepada jemaat.
"Sudah kami bagikan ke rumah-rumah jemaat sepekan sebelumnya. Hari ini mereka bawa hostinya untuk perjamuan,” imbuhnya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Ali Muntoha