Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Olahan ayam banyak ditemukan di sejumlah rumah makan di Kabupaten Kudus. Namun di Dapur Raos Eco di Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kudus ini berbeda.

Mereka menawarkan olahan ayam kalkun yang masih jarang dijumpai. Tak hanya itu, ayam kalkun di sana diolah dengan cita rasa ala Thailand.

Menu itu, yakni ayam kalkun bakar thailand dan ayam kalkun sambal bangkok. Dua menu itu mulai ditawarkan sejak Senin (31/1/2022).

Baca juga: Segarnya Soto Kalkun di Kudus Ini Hanya Rp 10 Ribu Saja

Pemilik Dapur Raos Eco, Suyatno mengklaim dua menunya itu belum pernah ada di Kota Kretek. Ia pun kemudian mencoba menghadirkan cita rasa yang beda itu pada warga Kudus.

“Yang membedakan rasa sausnya ala Thailand. Tetapi tetap bisa diterima lidah masyarakat Kudus,” jelasnya.

[caption id="attachment_270255" align="alignleft" width="1280"] menu ayam kalkun bakar ala Thailand. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]

Menu yang disajikan pun dibandrol mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per porsinya. Sementara untuk ayam biasa, dipatok mulai Rp 17 ribu per porsi.

Sementara itu, Chef Dapur Raos Eco, Nur Hasan mengatakan ayam kalkun bakar ala Thailand menjadi menu andalan di sana. Dia menilai, menu Thailand di tempatnya itu sangat cocok dengan lidah masyarakat di Indonesia.“Rasanya beragam, ada pedas dan manisnya. Sehingga cocok untuk lidah orang Indonesia,” jelasnya.Baca juga: Undip Dorong Ekspor Olahan Ayam Kalkun dari KudusDia ingin menghapus stigma tentang pandangan ayam kalkun yang keras. Menurutnya, ayam kalkun yang keras itu karena belum direbus dengan benar sebelum dibakar.Dia memastikan ayam kalkun yang disajikan memiliki tekstur yang lembut. Ayam kalkun yang dipakai yakni usia lima bulan sampai satu tahun. Sehingga membuat tektur dagingnya lebih empuk."Yang dikonsumsi ini ayam kalkun usia lima bulan sampai satu tahun," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler