MURIANEWS, Kudus – Olahan ayam banyak ditemukan di sejumlah rumah makan di Kabupaten Kudus. Namun di Dapur Raos Eco di Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kudus ini berbeda.
Mereka menawarkan olahan ayam kalkun yang masih jarang dijumpai. Tak hanya itu, ayam kalkun di sana diolah dengan cita rasa ala Thailand.
Menu itu, yakni ayam kalkun bakar thailand dan ayam kalkun sambal bangkok. Dua menu itu mulai ditawarkan sejak Senin (31/1/2022).
Baca juga: Segarnya Soto Kalkun di Kudus Ini Hanya Rp 10 Ribu SajaPemilik Dapur Raos Eco, Suyatno mengklaim dua menunya itu belum pernah ada di Kota Kretek. Ia pun kemudian mencoba menghadirkan cita rasa yang beda itu pada warga Kudus.
“Yang membedakan rasa sausnya ala Thailand. Tetapi tetap bisa diterima lidah masyarakat Kudus,” jelasnya.
[caption id="attachment_270255" align="alignleft" width="1280"]

menu ayam kalkun bakar ala Thailand. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
Menu yang disajikan pun dibandrol mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per porsinya. Sementara untuk ayam biasa, dipatok mulai Rp 17 ribu per porsi.
Sementara itu, Chef Dapur Raos Eco, Nur Hasan mengatakan ayam kalkun bakar ala Thailand menjadi menu andalan di sana. Dia menilai, menu Thailand di tempatnya itu sangat cocok dengan lidah masyarakat di Indonesia.“Rasanya beragam, ada pedas dan manisnya. Sehingga cocok untuk lidah orang Indonesia,” jelasnya.
Baca juga: Undip Dorong Ekspor Olahan Ayam Kalkun dari KudusDia ingin menghapus stigma tentang pandangan ayam kalkun yang keras. Menurutnya, ayam kalkun yang keras itu karena belum direbus dengan benar sebelum dibakar.Dia memastikan ayam kalkun yang disajikan memiliki tekstur yang lembut. Ayam kalkun yang dipakai yakni usia lima bulan sampai satu tahun. Sehingga membuat tektur dagingnya lebih empuk."Yang dikonsumsi ini ayam kalkun usia lima bulan sampai satu tahun," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi
[caption id="attachment_270254" align="alignleft" width="1280"]

Pemilik Dapur Raos Eco, Suyatno menunjukan menu ayam kalkun bakar ala Thailand. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Olahan ayam banyak ditemukan di sejumlah rumah makan di Kabupaten Kudus. Namun di Dapur Raos Eco di Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kudus ini berbeda.
Mereka menawarkan olahan ayam kalkun yang masih jarang dijumpai. Tak hanya itu, ayam kalkun di sana diolah dengan cita rasa ala Thailand.
Menu itu, yakni ayam kalkun bakar thailand dan ayam kalkun sambal bangkok. Dua menu itu mulai ditawarkan sejak Senin (31/1/2022).
Baca juga: Segarnya Soto Kalkun di Kudus Ini Hanya Rp 10 Ribu Saja
Pemilik Dapur Raos Eco, Suyatno mengklaim dua menunya itu belum pernah ada di Kota Kretek. Ia pun kemudian mencoba menghadirkan cita rasa yang beda itu pada warga Kudus.
“Yang membedakan rasa sausnya ala Thailand. Tetapi tetap bisa diterima lidah masyarakat Kudus,” jelasnya.
[caption id="attachment_270255" align="alignleft" width="1280"]

menu ayam kalkun bakar ala Thailand. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
Menu yang disajikan pun dibandrol mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per porsinya. Sementara untuk ayam biasa, dipatok mulai Rp 17 ribu per porsi.
Sementara itu, Chef Dapur Raos Eco, Nur Hasan mengatakan ayam kalkun bakar ala Thailand menjadi menu andalan di sana. Dia menilai, menu Thailand di tempatnya itu sangat cocok dengan lidah masyarakat di Indonesia.
“Rasanya beragam, ada pedas dan manisnya. Sehingga cocok untuk lidah orang Indonesia,” jelasnya.
Baca juga: Undip Dorong Ekspor Olahan Ayam Kalkun dari Kudus
Dia ingin menghapus stigma tentang pandangan ayam kalkun yang keras. Menurutnya, ayam kalkun yang keras itu karena belum direbus dengan benar sebelum dibakar.
Dia memastikan ayam kalkun yang disajikan memiliki tekstur yang lembut. Ayam kalkun yang dipakai yakni usia lima bulan sampai satu tahun. Sehingga membuat tektur dagingnya lebih empuk.
"Yang dikonsumsi ini ayam kalkun usia lima bulan sampai satu tahun," imbuhnya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi